Selasa, 26 Februari 2013

Pendidikan Karakter Berbasis Lingkungan




                Di era globalisasi seperti sekarang ini, berbagai penemuan dan penyempurnaan teknologi mengalami perkembangan yang signifikan. Pengembangan dan penyempurnaan teknologi ini, didasari oleh kebutuhan manusia yang meningkat. Untuk menyeimbangi hal tersebut, para produsen meningkatkan produktivitas kerja. Yaitu, dengan mengembangkan teknologi atau mesin produksi yang digunakan untuk mempercepat dan meningkatkan kapasitas produksi. Akan tetapi, beberapa pabrik industri sering mengesampingkan faktor lingkungan. Seperti, pembuangan limbah industri yang tidak diolah terlebih dahulu dan polusi asap pabrik yang menimbulkan pencemaran udara. Dari hal inilah, kerusakan lingkungan mulai timbul.
                Permasalahan tersebutlah, yang mendasari pemerintah untuk berupaya mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Siswa-siswi sekolah yang merupakan generasi penerus bangsa diharapkan mampu mencegah terjadinya kerusakan lingkungan. Sehingga, pemerintah mempersiapkan pembelajaran lingkungan hidup sejak dini pada siswa. Yakni, dengan memasukkan pelajaran lingkungan hidup (PLH) pada kurikulum pembelajaran.  Tidak hanya sebatas teori-teori tentang lingkungan hidup. Tetapi juga, melalui praktek, bagaimana cara melestarikan kembali lingkungan yang kita singgahi ini.
                Seperti halnya, Smala yang banyak membuat berbagai kegiatan dan ide kreatif mengenai  pelestarian lingkungan. Sehingga, Smala ditunjuk sebagai salah satu perwakilan SMA Negeri di Surabaya dalam perlombaan Sekolah Adiwiyata.
                Kegiatan yang pertama ialah, dalam pembelajaran PLH murid-murid Smala yang akrab dipanggil Smalane, mempelajari berbagai teori mengenai lingkungan hidup. Tak hanya itu, Smalane juga mempraktekkan  pembuatan produk yang berbahan dasar dari barang yang tak terpakai ataupun dari sampah, yang sering disebut oleh masyarakat sebagai kegiatan recycle.  Barang-barang recycle tersebut, tak hanya digunakan sebagai penilaian pelajaran lingkungan hidup ataupun hiasan-hiasan untuk memperindah kelas. Tetapi juga, beberapa dari produk tersebut dijual agar mendapat suatu keuntungan. Sehingga, barang tersebut memiliki nilai jual. Yang kedua, yakni, pembangunan rumah jamur yang ditempatkan di Bak Pasir Smala. Pembuatan  rumah jamur ini, dinilai sangat menguntungkan karena dapat menghasilkan profit bagi sekolah. Dan juga, jamur yang sudah masak, dapat dinikmati oleh seluruh warga sekolah. Kegiatan yang terakhir, yakni, lomba kebersihan kelas. Terdapat dua kategori dalam perlombaan ini yaitu, kelas terbersih dan kelas terkotor. Sebelum setiap kelas dinilai oleh para juri. Smalane melakukan kerja bakti untuk membersihkan kelas masing-masing pada hari Jumat (15/02) di jam pelajaran ke-1 dan ke-2. Setelah itu, juri akan masuk ke kelas-kelas dan melakukan penilaian. Setelah proses penilaian, kelas XII-IPA 3 keluar sebagai juara pertama dalam kategori kelas terbersih dan kelas XI-IPA 2 keluar sebagai juara pertama dalam kategori kelas terkotor. Hasil dari perlombaan ini akan terus berubah setiap bulannya. Karena, setiap kelas akan dipantau lagi kebersihannya. Sehingga, dapat  memunculkan juara-juara baru setiap bulannya.
                 Namun, terdapat salah satu program yang juga dapat berperan dalam pelestarian lingkungan yakni, Galonisasi yang diadakan Smala dengan menggandeng SS Greenish untuk pengaplikasiannya. Dan program ini, bertujuan untuk penghematan air. Akan tetapi, program ini sudah tidak diberlakukan kembali. Padahal, penghematan air juga mengambil andil dalam pelestarian lingkungan. Pernyataan ini juga disampaikan oleh salah satu anggota Greenish, Hudiya X-8, “Galonisasi  itu sudah ada dari dulu. Tetapi, karena adanya miss com antara kakak kelas 11 dan kelas 12 (anggota Greenish), program galonisasi berhenti. Selain itu, para siswa di kelas yang nggak mau membeli dan mengembalikan galon yang sudah habis, juga menjadi masalah  utama program ini. Intinya galonisasi itu, program yang bagus. Tapi, pengaplikasiannya yang kurang.” Jelasnya
                Terpilihnya Smala sebagai salah satu perwakilan Surabaya dalam perwakilan lomba Sekolah Adiwiyata, merupakan kabar yang membuka mata dan pikiran Smalane mengenai pentingnya pelestarian lingkungan. Sehingga, terciptanya keseimbangan alam atau lingkungan dengan pola pikir manusia melalui pendidikan.(ddy)

Sabtu, 23 Februari 2013

Jamur Pilihan Tepat Memberi Pelajaran


               Beberapa hari yang lalu telah dibangun sebuah ruangan yang akan dipergunakan untuk membudidayakan jamur di SMAN 5 Surabaya. Budidaya jamur ini dipilih karena metode untuk membudidayakannya dapat dibilang mudah dan tidak memperlukan banyak tempat. Selain itu, dibidang IPA pada mata pelajaran Biologi ada materi yang membahas tentang Jamur atau Fungi ini. Mari kita tengok cara pembudidayaan jamur yang tepat dan materi pelajaran apa saja yang dapat diambil dari jamur ini.
                Jamur yang biasa dibudidayakan adalah jamur tiram atau nama latinnya adalah Pleurotus ostreatus. Jamur pangan yang dari kelompok Basidiomycota ini memiliki ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung. Maka dari itu jamur ini dinamakan jamur tiram, Jamur ini dipilih untuk dibudidayakan karena proses membudidayakannya lebih mudah dan banyak diminati untuk dikonsumsi. Namun jamur tiram akan optimal dibudidayakan pada habitat aslinya, yaitu di kawasan pegunungan atau di daerah dataran dengan ketinggian antara 400-800 meter di atas permukaan air laut (mdpl), serta memiliki suhu udara sekitar 20-28°C dengan tingkat kelembapan sekitar 70% sampai 80%. Namun, dapatkah Jamur tiram ini dibudiayakan ditempat yang panas seperti Surabaya?
                Membudidayakan jamur tiram ini dapat dilakukan dengan beberpa langkah. Pertama, membuat bangunan kumbung jamur dengan sirkulasi buka tutup. Buka tutup yang dimaksud adalah  menutup sirlukasi kumbung saat siang hari dan membukanya saat malam hari. Hal yang penting saat membuat kumbung jamur ini adalah atap yang memakai bahan yang menyerap panas seperti anyaman bambu. Sedangkan untuk masalah kelembabapan dapat dengan meletakkan wadah air didalam kumbung jamur untuk meningkatkan kelembapan udara. Kumbung jamur sebaiknya diletakkan didekat pepohonan
Langkah kedua setelah pembuatan tempat adalah cara menanam jamurnya. Langkah awalnya adalah Serbuk kayu gergaji dan kapur dolomit atau kapur bangunan diaduk rata. Tambahkan air secukupnya. Selama sehari semalam, campuran serbuk kayu gergaji dan kapur dikompos. Selanjutnya, tambahkan dedak dan gypsum, lalu diaduk rata dan ditambah air lagi secukupnya. Masukkan adukan itu dalam kantong plastik yang telah disediakan, dengan kepadatan tertentu. Setelah itu, masukkan cincin dari bambu dengan diameter 4 sentimeter pada bagian atas adonan, lalu plastik diikat. Polibag yang telah berisi adonan itu disusun dalam drum, lalu dikukus selama 8 jam. Selanjutnya, didinginkan sehari semalam. Bila sudah dingin, masukkan bibit jamur di ruang inokulasi secara serasi, dengan cara membuat lubang sedalam 6 sentimeter pada adonan itu. Perhatikan pula suhu ruangan, harus 28-30 derajat celsius, dengan kelembaban 92-96 persen. Setelah 15 hari di ruang inkubasi, pindahkan media jamur ke ruang budidaya. Tunggu 30-40 hari agar meselium jamur tumbuh putih merata.Lalu buka penutup media, dan jamur bisa dipanen 3-4 hari kemudian. Tanpa menebar benih kembali, pemanenan jamur pada media yang sama bisa dilakukan hingga lima kali.
Itulah langkah langkah membudidayakan jamur tiram dengan baik dan benar. Jamur ini dapat dikonsumsi sebagai makanan ringan ataupun dimasukkan dalam beberapa masakan. Jamur tiram pun telah dikenal sebagai makanan ringan yang nikmat untuk disantap ramai- ramai. Pembudidayaan tanaman ini di sekolah sangat berguna untuk para siswa karena dapat langsung belajar dengan media yang telah tersedia. (la)


Selasa, 19 Februari 2013

Cap Terhadap Orang-Orang Indonesia



Di saat liburan semester sekolah, lebaran, tahun baru, maupun liburan pekan yang hanya 2 hari serta libur hari besar lainnya. Singapura merupakan negara yang banyak dilirik orang Indonesia sebagai destinasi liburan mereka. Saat di tanya mengapa, kebanyakan menjawab "tidak dibutuhkan banyak waktu untuk pergi ke negeri singa tersebut, kemudian banyak penerbangan yang menjual tiket dengan harga yang relatif murah, lalu di Singapura pun segala bentuk hiburan tersedia, dari belanja hingga taman hiburan, serta yg terakhir, disana Bahasa Inggris tidak menjadi sesuatu yg penting, sehingga Bahasa Inggris tidak perlu bagus-bagus banget." ujar salah satu anak yang tidak mau disebutkan namanya.

Lalu apakah benar yang dikatakan oleh seorang supir taksi yang taksi nya saya tumpangi beberapa bulan lalu? Dalam perjalanan, saya dengan keluarga saya berbicara bahasa inggris dengan sang supir tersebut. Dia pun awalnya menanyakan saya sekeluarga dr mana, kemudian dia blg bahwa dia pernah sekali ke surabaya. Sang supir pun menceritakan keseharian dia menyupir taksi tersebut. Tak lama kemudian, sang supir bertanya kepada ibu saya menggunakan Bahasa Inggris "mam, how come your English is so fluent?" ibu saya pun sepintas hanya tersenyum. Sang supir pun melanjutkan, "usually, Indonesian people who comes to Singapore is only the rich one, but their English is bad." Bayangkan, apa yang anda rasakan di saat ada seorang supir taksi yang berkata begitu ke anda. Secara tidak langsung, dia sama saja seperti mengejek orang-orang Indonesia. Tetapi mungkin yang dia bicarakan adalah kenyataan yang dia lihat sehari-hari di Singapura.

Lalu saya berfikir mengenai apa yg supir itu katakan. Jika dilihat, Orchard Road yaitu jalan utama Singapura selalu penuh dengan orang Indonesia, baik pagi siang maupun sore. Sejauh mata memandang, saya selalu melihat orang Indonesia dimana-mana. Dan selalu di tambah dengan berbagai macam barang belanjaan bermerek yang mereka jinjing di kedua tangan mereka.Akan tetapi disaat saya pergi ke beberapa museum di sana, saya tidak menjumpai orang Indonesia sama sekali. Malah, saya satu2 nya orang Indonesia disana, kebanyakan orang-orang yang mengunjungi museum itu berasal dari Korea, Jepang, Cina dll. Awalnya, saya tidak seberapa menghiraukan ketidakberadaan orang Indonesia di museum2 tersebut. Lalu, saya mengunjungi kebun binatang nya, sama halnya dengan museum, orang Indonesia yang saya lihat hanyalah temannya teman saya, yang bertemu tidak sengaja. Tetapi saat saya pergi ke salah satu mall termegah di Singapura, saya menjumpai banyak sekali orang Indonesia. Sama halnya, saat saya pergi ke salah satu taman hiburan ternama di Singapura. Taman hiburan tersebut di dominasi orang Indonesia.
Kemudian, disaat saya berpapasan dengan orang2 indonesia tersebut di beberapa tempat, mereka berbicara dengan Bahasa Indonesia. Saya lalu bertanya-tanya. "kok mereka nggak berkeliaran di tempat-tempat ilmu pengetahun gitu ya, kok justru di mal-mal gitu, padahal kalau dilihat-lihat, mal di Jakarta tidak kalah wow dengan mal-mal di Singapura, jika mereka bilang harganya jauh lebih murah di Singapura, bedanya berapa banyak sih? Justru museum-museum di Singapura yang jauh lebih wow dibanding di Indonesia."

Melanjutkan pembicaraan dengan sang supir taksi. Dia pun sering sekali melayani tamu Indonesia, dimana saat mereka berbicara menggunakan Bahasa Inggris, Bahasa Inggris nya pun pas-pasan.Tak lama kemudian, sang supir pun berkata kalau dia berasal dari Riau. Saya pun lantas terkejut. Bayangkan rasanya ada orang asli Indonesia yang menghina sesama warganya, sangat keterlaluan.Tapi setelah saya melihat, saya sedikit setuju dengan  apa yang di katakan sama supir taksi tersebut. Kalau emang benar apa  yang dikatakan oleh supir taksi tersebut bahwa yang ke Singapura hanyalah orang-orang kaya tetapi tidak berilmu. Coba kita lihat di salah satu negara di UAE, Dubai. Modernisasi nya sama seperti di Singapura, malah jauh lebih modern. Kalau dijadikan sebagi tempat belanja, Singapura tidak ada apa-apanya (kalah jauh). Tetapi lagi-lagi, Bahasa Inggris lah yang menjadi penghalang mereka tidak kesana, terutama Bahasa Inggris nya yang kemampuannya  hanya sekedarnya saja. 

Menyakitkan tidak? Warga bangsa kita sendiri di cap sebagai warga yang hanya kemampuan ekonomi nya tinggi, tetapi sayangnya kemampuan bahasa internasional nya jauh dari rata-rata.
Jadi apa yang akan kita lakukan untuk menghapus cap terhadap warga Negara Indonesia. (fbi)

Senin, 18 Februari 2013

Berjuang 8 Tahun demi Juara Umum

       Tetesan peluh penuh perjuangan para Pararelis selama dua bulan membuahkan hasil. Setelah ‘puasa’gelar juara umum selama delapan tahun, kini gelar tersebut kembali disabet oleh SS Pararela dalam ACIPRAJA 2013 (Ajang Cipta Prestari Palang Merah Remaja) yang digelar Minggu, 17 Februari 2013 lalu. ACIPRAJA adalah lomba annual kepalang merahan yang diadakan oleh SMAN 19 Surabaya untuk PMR se-Jawa Timur baik jenjang SD, SMP, maupun SMA.
       Pararela mengikuti semua kategori lomba yakni PP (Pertolongan Pertama), PK (Perawatan Keluarga), CC (Cerdas Cermat), PRS (Penyuluhan Remaja Sebaya), CKDU (Cipta Karya Daur Ulang), dan desain poster. Meski rutin mengikuti ACIPRAJA sejak tahun-tahun sebelumnya, Pararela tak mau terlena. Mereka tetap berlatih keras dan bahkan bersiap jauh-jauh hari sebelum lomba. “Karena anak Pararela banyak dan tiap sekolah cuma bisa mengirim satu tim untuk tiap kategori, kami anggota Pararela kelas XI mengadakan uji coba lomba sebulan sebelum hari-H dan memilih tim terbaik untuk mewakili Pararela,” tutur Masyithoh Wahyu Diani dari XI IA-9, salah satu anggota Pararela yang kini menjabat sebagai Bendahara I MPK. Penurutan Masyithoh dibenarkan oleh Vicky Wijaya, Ketua Umum Pararela 2012-2013. “Sejak pemilihan tim ACIPRAJA, kami fokus latihan minimal tiga kali seminggu. Pas sudah H-2 minggu, latihan kami tambah jadi tiap hari kecuali hari Minggu,” tambah Vicky, diamini Putu Shartyanie dari X-8.
 
TUMPAH RUAH: Puluhan tim PMR dari berbagai penjuru Jawa Timur antusias berpartisipasi dalam ACIPRAJA 2013 (dia)
       Menjelang lomba, para Pararelis tak luput dari rasa gugup dan grogi. Seperti Alandika Kharis dari X-3 yang mengikuti kategori CKDU. “Merinding, takut kalau besok nggak sesuai harapan komitmen angkatan,” ungkap Alan sehari sebelum lomba. Bagaimana tak gugup, tahun ini Pararela bertekad menjadi juara umum. “Menurutku target ini nggak ketinggian. Bukan bagai pungguk merindukan bulan, tapi menjadi tantangan. Tahun lalu kami pasang target juara umum tapi cuma nyaris dapet, kami peringkat ke-4 umum. Sekarang adik-adiknya (Pararela angkatan 2012-2013) masang target juara umum, kayak kami (Pararela angkatan 2011-2012) dulu. Aku sendiri dari awal yakin kalau kami semua pasti bisa,” terang Vicky ketika disinggung mengenai tingginya target.
       ACIPRAJA dimulai sejak pukul 08.00 WIB. Peserta kategori PP, PK, CKDU, dan desain poster mendapat sekali kesempatan untuk memberikan penampilan terbaik mereka. Sedangkan kategori CC dan PRS dibagi menjadi babak penyisihan, semi-final, hingga final. Setelah Pararelis peserta PP, PK, CKDU, dan desain poster selesai bertanding, mereka bersama-sama para senior dan alumni yang menyempatkan hadir menunggu pengumuman sambil mendukung teman-teman mereka yang bertanding dalam kategori CC dan PRS.Alih-alih mendukung dengan yel-yel ramai dan heboh seperti tim lain, Pararela memilih untuk langsung menyemangati satu sama lain dan saling mendoakan, meski terkadang ikut berteriak histeris ketika menyaksikan teman-teman mereka on fire menyisihkan tim PMR lain.Sudah berada di tempat sejak pagi dan diguyur hujan tak lekas memadamkan semangat mereka yang berusaha tetap optimis.

BERSUA: Para Pararelis berkumpul sambil menunggu pengumuman final PRS (dia)

       Setelah rangkaian lomba usai, peserta seluruh jenjang mendapat kesempatan beristirahat. Semua tim PMR yang berpartisipasi sudah tak sabar menunggu lama, ingin hasil perlombaan segera diumumkan.Begitu hasil keluar saat hari menjelang petang, seluruh peserta berkumpul di aula untuk mendengar pengumuman pemenang ACIPRAJA tahun ini.Ketika ditanya siapa yang berpotensi menjadi saingan berat, salah satu senior Pararela yang hadir yakni Mario Bagus dari XII IA-7 berpendapat bahwa SMAN 1 Lamongan adalah lawan yang cukup berpotensi untuk menjadi juara umum.


TAK SABAR: Peserta kategori Madya (SMP) dengan cepat memadati aula untuk mendengar pengumuman(dia)

       Setelah pengumuman untuk jenjang SD dan SMP, diumumkanlah pemenang untuk jenjang Wira atau SMA. Ternyata Pararela menjadi juara pada hampir semua kategori. Mulai dari Juara Harapan 2 Desain Poster, Juara 3 PRS, Juara 1 CC, Juara 2 PK, hingga Juara 1 PP. Sayangnya, hanya pada kategori CKDU lah Pararela tak mendapat gelar apapun. Menurut Nanda Ennovia dari X-9, Pararelis peserta CKDU, sempat terjadi miskomunikasi antara panitia dan peserta. “Sebelum hari-H panitia memang mengadakan TM. Waktu penjelasan CKDU sendiri kami diberi list bahan. Kami kira list itu adalah bahan-bahan yang harus kami bawa, tepat sesuai jumlahnya juga. Tapi ternyata bahannya terserah kami (peserta) dan boleh ada bahan tambahan (di luar list). Akhirnya kami kalah poin jauh dengan tim lain yang bahannya lebih banyak dan beragam,” terangnya. Ia sendiri merasa sedih dan kecewa karena timnya tak bisa membawa gelar juara apapun untuk Pararela.

       Gagal dalam satu kategori, Pararela sempat pesimis karena nilai rival-rival mereka juga terbilang cukup tinggi. Beberapa Pararelis perempuan tampak menangis duluan sebelum pengumuman. Alan dan Masyithoh bahkan sempat membuat nazar yang unik jika mereka menjadi juara. Meski awalnya tak disangka, akhirnya Pararela benar-benar tembus menjadi juara umum sesuai komitmen mereka, mengalahkan tim-tim PMR lain yang menurut mereka lebih baik dalam berbagai kategori. Pencapaian mereka berhasil membawa nama Smala menjadi juara umum dengan mengumpulkan poin terbanyak. Hadiah uang tunai sebesar Rp 1.250.000,00 pun mereka bawa pulang.

LIMA: Juara dalam lima kategori telah memberi Pararela cukup poin untuk menjadi Juara Umum (dia)
       Atmosfer kemenangan seketika menyeruak dalam aula. Tim-tim lain yang sempat menjadi kandidat juara umum menerima kemenangan Pararela dengan sportif. Bahkan, mereka cukup mensyukuri pencapaian mereka sendiri dan tenggelam dalam euforia masing-masing. Meski dari awal tak seheboh tim-tim PMR lain, kemenangan ini tetap dijemput Pararela dengan semangat tinggi. Sujud syukur, teriakan kegembiraan, hingga tangis haru mereka luapkan menjadi satu.

ANTENG: Meski tak seheboh tim lain, Pararelis tetap menyambut kemenangan dengan sukacita (dia)
       Ditanya mengenai berbagai kemenangan yang tak terduga, para Pararelis berceloteh riang menanggapi prestasi mereka. “Yang jelas seneng banget,” ucap Annisa Amalia dari XI IA-3 setelah timnya diumumkan menjadi Juara 3 PRS. Vicky sendiri mengaku mendapat firasat bahwa mereka pasti akan menang, meskipun di luar ekspektasi. “Dari awal persiapan aku sempat merasa kami agak hopeless karena semangat anak-anak fluktuatif dan selalu merasa belum siap. Dari awal PP sudah keliatan pasti menang, PRS juga berpeluang, tapi PK sama CKDU kelihatan meragukan. Apalagi karena persiapan CKDU harus menunggu TM biar tahu ketentuan-ketentuannya tapi akhirnya malah nggak jelas. Ya, ternyata, hasilnya begini,” terangnya.

POSE DULU: Putu Shartyanie (X-8), Annisa Amalia (XI IA-3), dan M. Satria Jaya (XI IA-5) memamerkan piala Juara 3 Penyuluhan Remaja Sebaya dan tropi Juara Umum yang mereka raih (dia)

       Terlepas dari itu semua, Vicky benar-benar bangga karena di masa kepengurusannya Pararela kembali menyabet Juara Umum ACIPRAJA (terakhir pada 2005), sesuai visi-misinya untuk memajukan prestasi Pararela. Tak ayal para alumni, senior, maupun Smalane lain yang mengetahui kemenangan Pararela turut bersuka cita dan langsung membanjiri mention akun Twittter Pararela dengan berbagai ucapan selamat. Seperti Fildzah Auliaul Haq (Ketua Umum SS Pararela 2011-2012), Reno Albra (Ketua Umum MPK 2012-2013), Pramitha Yustia (Sekretaris I OSIS 2010-2011), Danang Sugiarto (Ketua OSIS 2009-2010), dan masih banyak lagi. Tak luput juga dalam kegembiraan adalah Rio Saumun Qodri, salah satu Pararelis yang kini menjabat sebagai Wakil Ketua I OSIS. Kemenangan Pararela pun menjadi hadiah yang berkesan bagi Umun –begitu ia kerap disapa– karena Pararela keluar sebagai Juara Umum ACIPRAJA tepat ketika ia merayakan ulang tahunnya yang ke-17.


HAPPY BIRTHDAY: Menangnya Pararela turut menjadi kado bagi Rio Saumun Qodri (http://twitter.com/PararelaSMALA)

       Karena ACIPRAJA diadakan oleh PMR SMAN 19 Surabaya, Vicky pun sempat ditanya apakah Pararela berkeinginan mengadakan lomba PMR sendiri. Menurut Rahma Yulia Prastiwi dari XII IA-8, salah satu Pararelis senior, mengadakan lomba sendiri adalah obsesi Pararela yang belum terwujud. Vicky menjelaskan bahwa Pararela sebenarnya ingin sekali mengadakan lomba, namun masih banyak syarat yang belum ia ketahui. Karena PMR terikat dengan lembaga PMI, maka berbagai kegiatan Pararela juga terikat PMI. Ditambahkan Masyithoh, dulu banyak PMR yang mengadakan lomba namun kini jumlahnya dibatasi PMI dan syarat yang diajukan lumayan ketat. ACIPRAJA ini adalah salah satu lomba yang masih bisa berjalan dan selanjutnya target Pararela adalah mengikuti WJP (Wahana Jumpa Prestasi) yang akan diadakan SMKN 5 Surabaya.
      Bicara mengenai WJP, setelah break sejenak, Pararela akan kembali siap gempur untuk menghadapi lomba selanjutnya. Vicky mengaku Pararela akan segera bersiap untuk WJP yakni dengan strategi pemerataan potensi dan yakin bisa kembali meraih target tinggi.
       Bagaimana, Smalane? Which one do you expect the most? Pararela kembali berjaya di WJP atau segera mengadakan lomba sendiri? (dia)

(cc: @PararelaSMALA, @MediaSmalane, @dclaudiaep)

Sabtu, 16 Februari 2013

Kepanitiaan : Ajang Belajar Tanggung Jawab

      Masa muda merupakan masa-masa pencarian jati diri.Masa ini dapat menentukan kepribadian kelak saat dewasa.Maka tak heran pemuda suka mencoba hal hal baru dan mencari pengalaman baru,salah satunya dengan berorganisasi dengan sesamanya atau dengan mengikuti berbagai kegiatan kepanitiaan.
Sifat pemuda ini dibuktikan pada tanggal 14 dan 15 kemarin,yakni saat open recruitment kepanitiaan S2LC (Smala Science and Linguistic Competition).saat kegiatan open recruitment koridor kelas X tampak penuh sesak oleh siswa yang ingin mengambil bagian di event tahunan ini. di tiap tiap kelas tempat diadakannya kegiatan open recruitment (diadakan di tiga kelas X-3,X-4,X-5) terlihat banyak yang pendaftar yang sudah mengantri,di meja pendaftaran sie humas contohnya terlihat sampai enam orang yang mengantri sampai-sampai dua orang diwawancarai secara bersamaan.
      Banyaknya pendaftar pada saat oprec (open recruitment) S2LC memang sudah dapat diprediksi.S2LC merupakan salah satu ajang besar Smala,tahun lalu saja ajang ini mengambil peserta dari 3 provinsi yakni Jawa Timur,Jawa Tengah dan Yogyakarta.Maka tak heran banyak sekali siswa yang ingin menjadi panitia dari ajang ini entah untuk mencari pengalaman atau ingin mendapat teman baru. Hanina Mardhatilla dari X-4 contohnya ia ingin mengikuti kegiatan kepanitiaan seperti S2LC ini untuk mendapat pengalaman baru. "Bisa ngerti rasanya dikasih amanah itu gimana selain itu bisa dapet temen banyak" ujarnya. selain itu saat nanti misalnya benar benar terpilih menjadi panitia ia mempunyai 'misi' yakni mengenalkan S2LC ke lebih banyak orang. "Ya kepingin mengenalkan S2LC ke banyak orang aja jadi nanti adik kelas yang masi SMP bisa kebantu saat ujian masuk SMA dengan S2LC ini"ujar siswi yang ingin menjadi sie humas tersebut.Ia juga berharap S2LC tahun ini lebih seru lebih rame dan lebih sangar.
Antusiasme pemuda dalam mengikuti berbagai kepanitiaan inilah yang patut dicontoh.Selain bermanfaat kegiatan seperti ini bisa menjadi tempat untuk belajar bertanggung jawab,sayangnya banyak pemuda saat ini yang dicap negatif.(aw)

Selasa, 12 Februari 2013

Mengenal Tim Sosial Lebih Dekat


Smalane pasti masih ingat kan dengan kegiatan sosial yang baru saja diadakan beberapa minggu yang lalu? Yap, posko sosial! Yuk kini kita kenal lebih dekat tim yang sudah bekerja dengan keras dibaliknya, siapa lagi jika bukan Tim Sosial.
Tim sosial ini merupakan salah satu organisasi OSIS Smala yang berada dibawah naungan sekbid dua. Sebelumnya, Tim Sosial berada di bawah naungan sekbid empat, dan baru dua tahun belakangan berpindah menjadi naungan sekbid dua yang bergerak di bidang sosial. Sejak awal berdirinya,seluruh anggota tim sosial terdiri dari siswa kelas X, baik sekretaris bidang, pengawas, dan juga anggota-anggotanya yang merupakan perwakilan dari tiap kelas X. Bisa dibilang, tim sosial adalah organisasi lain yang bisa diikuti oleh Smalane kelas X selain OSIS dan MPK.

Anggota Tim Sosial 2012 - 2013
Program kerja tahunan yang dimiliki tim sosial sangat beragam, seperti posko sosial, tabung sosial, acara khitanan masal yang biasa disebut senyuman, juga acara bakti sosial atau bianglala yang rutin diadakan tiap tahunnya. Belum lagi bantuan kemanusiaan lain yang bersifat non insidental seperti pengumpulan uang duka jika ada salah satu Smalane atau keluarganya yang sedang terkena musibah, pembagian kartu ucapan ulang tahun untuk Smalane, juga pada peringatan hari besar tertentu. Seperti salah satu contoh, ketika hari ibu yang bertepatan dengan jadwal pengambilan rapor bulan Desember kemarin, Tim Sosial membagikan bunga dan kartu ucapan kepada para ibu yang datang untuk mengambil rapor anak-anaknya.
Kegiatan-kegiatan yang diadakan Tim Sosial ini mempunyai tujuan, antara lain untuk meningkatkan rasa sosialisasi Smalane terhadap sesama, meningkatkan kepedulian dan rasa kekeluargaan antar Smalane, meningkatkan kepekaan terhadap lingkungan sekitar, juga sebagai sarana untuk membantu orang-orang yang kurang beruntung. Dengan tujuan-tujuan yang mulia itu, kegiatan sosial yang diadakan oleh Tim Sosial dari tahun ketahun selalu berjalan dengan sukses. Ketika ditanya tentang apa tips dibalik kesuksesan itu, Azizah Hadi X-VII berkata “Supaya Smalane tidak salah mengerti, sosialisasi yang kita lakukan benar-benar maksimal dari tiap kelas ke kelas. Karena dengan pemahaman yang tepat dan jelas akan tujuan program kerja kami itu, smalane akan dengan aktif membantu pelaksanaan program kerja kami. Dan dari bantuan Smalane itulah kegiatan dapat berjalan dengan lancar.”
 “Di tabung sosial yang kami titipkan ke tiap kelas setiap dua minggu sekali selalu ada transparasi sebelumnya mengenai penggunaan uang tersebut. Uang yang sudah terkumpul banyak kami gunakan untuk menjalankan program kerja tahunan yang sudah terencana sebelumnya, juga untuk membantu Pak Bon dan bakti sosial ke anak-anak yatim.” jawabnya ketika ditanya tentang pelaksanaan salah satu proker timsos. “Ada beberapa perubahan, jika tahun sebelumnya tabung sosial berbentuk kotak dan dinamakan kotak sosial, tahun ini bentuknya tabung dan ditutupi kertas kado yang lucu lucu, supaya Smalane lebih tertarik,” imbuhnya.
Tim sosial sendiri berharap agar dengan kegiatan yang sudah mereka buat, akan tercipta Smalane yang berjiwa sosial, dan peka terhadap lingkungan. Yuk Smalane, mari wujudkan harapan Tim Sosial kita bersama!(ai)

Jumat, 08 Februari 2013

Pers Ideal, Indikator Kemajuan Bangsa


          Berbicara tentang pers, bagi orang-orang yang mendengarnya mungkin langsung terbayang dengan wartawan dan media massa. Definisi pers sebenarnya merupakan badan yang membuat penerbitan media massa secara berkala. Dalam UU Pers no. 40 tahun 1999, Pers adalah lembaga sosial dan wahana komunikasi massa yang melaksanakan kegiatan jurnalistik meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah, dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar, serta data dan grafik maupun alam bentuk lainnya dengan menggunakan media cetak, media elektronik dan segala jenis saluran yang tersedia.
          Ketua Dewan Pers Bagir Manan yang merupakan salah satu pembicara pada Konvensi Media Massa di Novotel Manado Convention Centre pada hari Jumat (8/2/2013) menyampaikan bahwa pers yang bermutu akan menjadi salah satu indikator kemajuan suatu bangsa.
Menurut Bagir, pers yang bermutu adalah pers yang dikelola dan dijalankan secara profesional, memenuhi segala standar etik serta semua syarat jurnalistik. Yang jelas, sambungnya, pers bermutu tidak mungkin bermakna statis tapi dinamis. Mutu pers ditentukan oleh perkembangan, tuntutan, dan kebutuhan lingkungan yang senantiasa berubah.
          “Kesadaran makna pers bermutu semacam itu akan mendorong insan atau pengasuh pers selalu berpikir ke arah kemajuan dan menemukan kebaruan (newsness), jauh dari sikap kemapanan. Sekali lagi perlu dicatat, demokrasi bagi bangsa Indonesia secara serentak terdiri dari dimensi politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Hanya dengan dimensi yang luas itu, demokrasi adalah wajah peradaban. Untuk itu semestinya pers yang hanya akan hidup bebas atau merdeka apabila ada demokrasi, memikul tanggung jawab mewujudkan demokrasi yang matang, sehat, bertanggung jawab, dan berdisiplin,” imbuhnya.
          “Pers yang ideal itu yang menyajikan berita secara profesional, sesuai fakta, dan dapat dipercaya karena peran pers bagi suatu negara atau kelembagaan adalah untuk mengetahui kondisi dari negara atau kelembagaan itu. Fungsi pers kan menyediakan media informasi yang akurat memang,” tutur Alfian Ravi Roshan kelas X-3.
          Karena sekolah juga merupakan suatu lembaga, pers dibutuhkan sebagai kacamata bagi warga sekolah untuk selalu meningkatkan kinerja menurut perannya masing-masing. Dalam hal ini, SS Joer-V di SMALA, turut berupaya untuk memunculkan bibit-bibit unggul jurnalis dari para smalane yang turut berpartisipasi demi terciptanya pers yang bermutu dan ideal dalam lingkup sekolah maupun luar sekolah.
          Dikaitkan dengan pers bermutu, demokrasi juga merupakan garda utama kemerdekaan pers. Pers bermutu membutuhkan demokrasi yang juga bermutu.(aza)

Selasa, 05 Februari 2013

Rokok-Minuman Keras dan Smala


            Saat ini banyak golongan yang telah mengenal apa itu rokok dan apa itu minuman keras. Bukan hanya mengetahuinya saja, tetapi juga banyak yang mencobanya. Bahkan, mulai dari kalangan anak-anak sudah mencoba rokok dan minuman keras. Hal ini berdampak buruk bagi kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan anak-anak. Bukan hanya berdampak bagi kesehatan, pertumbuhan, dan perkembangan, masa depan bangsa juga dipertaruhkan. Indonesia ialah negara berkembang. Bagaimana Indonesia dapat maju jika anak bangsanya suka mengonsumsi rokok dan minuman keras. Sulit keluar dari belunggu rokok dan minuman keras, tetapi jika kita mampu menahan hawa nafsu itu maka kita dapat keluar dari belenggu itu dan memajukan Indonesia.
                Siswa SMA di Surabaya saat ini tentu tidak asing lagi dengan rokok dan minuman keras. Bahkan ada saja kelompok golongan yang mengonsumsinya secara rutin. Di sekolah-sekolah tertulis jelas di buku tata tertib bahwa rokok dan minuman keras dilarang di sekolah. Secara tertulis, hal ini memang diberlakukan di semua sekolah. Tetapi tidak menutup kemungkinan bahwa ada saja yang melanggarnya. Masalah tata tertib tentang pelarangan rokok dan minuman keras, SMAN 5 juga memberlakukannya. Tertera jelas di tata tertib Smala bahwa dilarang membawa atau merokok di sekolah dan membawa, memakai tau mengedarkan miras, narkoba, VCD porno, buku porno, majalah porno atau sesuatu yang berbau pornografi di sekolah. Dari pasal-pasal itu menegaskan bahwa SMAN 5 menghendaki Smalane mematuhi tata tertib.
                “Satu kata buat rokok ialah menjijikan dan satu kata buat minuman keras ialah larangan,” tutur Ayu F.R siswa kelas X.8 saat dimintai pendapat tentang rokok dan larangan. “Memberitahu orang lain dengan menasehatinya bahwa peraturan dibuat bukan untuk dilanggar tetapi dipatuhi,” imbuhnya saat dimintai keterangan seputar hal yang akan dilakukan saat menemui anak yang melanggar peraturan. “Perhatian Smalane terhadap tata tertib sudah bagus. Tetapi masih bingung saat ada alumni yang merokok. Saat melihat ada anak Smala yang merokok di luar sekolah, jujur aku males lihat. Beruntung sekarang hal itu sudah berkurang,” imbuhnya.
                “Rokok itu tidak baik bagi kesehatan. Lama kelamaan minuman keras dan rokok akan membuat ketagihan dan efeknya juga panjang bagi kesehatan juga buruk dan nantinya dapat terkena kanker paru-paru dan lain sebagainya,”tutur Septharina Liandy, dokter UKS SMAN 5 Suarabaya. “Saya hanya bisa mengingatkan tindakan selanjutnya BK yang bertindak. Masalah peraturan, pasti ada celahnya untuk anak-anak melakukannya,” imbuhnya. (aid)

Sabtu, 02 Februari 2013

Apakah Benar Budaya Bangsa?


                Tentu kita tahu bahwa negara kita terbentuk dari puluhan suku yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Dengan demikian, kita tentunya sadar bahwa ada banyak sekali kebudayaan dari negeri kita tercinta ini. Dari tari saman di Aceh sampai tifa di Papua, gudeg di Jogjakarta sampai pasar apung di Kalimantan, serta lebih banyak lagi kebudayaan yang kita tidak bisa sebut satu-satu disini. Dengan banyaknya kebudayaan seperti ini kita seharusnya berbangga diri, bukannya malah malu dengan kebudayaan tersebut. Sudah menjadi kewajiban kita untuk melestarikannya bukan membiarkannya perlahan-lahan punah dimakan oleh jaman. Kita pastinya tidak ingin bukan kebudayaan yang sekian banyak itu menjadi tidak terurus dan justru diklaim oleh negara lain, seperti yang terjadi dengan tarian Reog Ponorogo yang beberapa saat lalu diklaim sebagai kebudayaan negara lain.
                Namun, tidak semua pemuda Indonesia begitu saja lalai dan tidak memperdulikan kebudayaan yang banyak tersebut. Masih ada yang mau peduli dengan kebudayaan tradisional tersebut, contohnya saja SS Tari di smala. Saat dimintai keterangan, salah seorang anggota SS Tari mengungkapkan bahwa alasan ia bergabung dengan SS ini adalah karena ia menganggap tarian tradisional itu gerakannya unik dan penuh arti. “Semenjak SMP aku sudah tertarik sama kesenia tari tradisional. Jadi waktu tahu di Smala ada SS Tari aku langsung ikutan,” tambah Alma. Menurut Alma, anak jaman sekarang kurang sekali dalam melestarikan budayanya sendiri.  “Mereka lebih suka dengan budaya negara lain. Banyak juga yang nganggep kalau tarian tradisional itu norak lah, gak gaul, dan kuno,” imbuhnya saat ditanya bagaimana sikap anak jaman sekarang terhadap tari tradisional.
                Tetapi beruntunglah walaupun mungkin hanya segelintir pemuda negeri yang peka terhadap permasalahan ini, mereka mampu mengangkat kebudayaan ini sedikit demi sedikit sehingga bisa membawanya sampai ke internasional. Sekarang sudahlah waktunya bagi kita untuk sadar dan mulai mencintai budaya sendiri.  Jika berminat mempelajari tarian tradisional kalian para Smalane bisa bergabung dengan SS Tari smala yang sekarang sedang berlatih tarian Jawa Timur yaitu tari Remo. Ayo tunjukkan dan buktikan rasa cintamu terhadap kebudayaan negeri. Sesuatu yang besar selalu berawal dari hal yang kecil. (nad)(cay)