Jumat, 21 Oktober 2011

SPL Week 3



Kamis (20/10) kemarin, Smala Premiere League (SPL) telah memasuki minggu ketiga sejak dimulainya laga tersebut pada tanggal 6 Oktober lalu. Minggu ketiga ini diawali dengan pertandingan antara Gen 7 (D7itoe) dengan AkSOS yang merupakan tim gabungan kelas akselerasi dan jurusan IPS.
Sebelum pertandingan dimulai, telah tampak pendukung dari masing-masing tim di sisi kanan lapangan, Namun, beberapa di antaranya memilih untuk mendukung dari pendopo kecil. Para pemain pun tampak sibuk melakukan pemanasan. Pemain dari Tim D7itoe terlihat kompak menggunakan kaos sepak bola, beberapa berwarna merah dan sisanya berwarna biru. Sedangkan, AkSOS memilih untuk tetap menggunakan seragam pramuka.
Peluit pun ditiup, menandakan dimulainya pertandingan. Wasit dalam pertandingan tersebut adalah Fakhruddin Wira dari kelas XII IA-5, yang juga merupakan ketua Sekbid VII OSIS SMAN 5 Surabaya. Pertandingan tersebut berlangsung dalam dua babak selama kurang lebih 15 menit. Kedua tim berusaha agar dapat menguasai bola. Bola digiring dengan sangat cepat. Beberapa kali Tim AkSOS mencoba untuk mencetak gol namun tak ada yang berhasil masuk, begitu pula dengan Tim D7itoe. Hingga akhirnya, gol pertama dicetak oleh Tim D7itoe pada menit ke 03:40. Skor 1-0 bertahan sampai babak pertama berakhir dengan AkSOS tertinggal satu angka.
Pada babak kedua, pertandingan mulai memanas. Tim AkSOS berjuang semaksimal mungkin untuk menyamakan kedudukan, namun upaya tersebut rupanya tidak berhasil. Pada menit ke 09:37, gawang AkSOS kebobolan lagi. Maka, skor menjadi 2-0 untuk Tim D7itoe. Tak selang dua menit, tepatnya pada menit ke 11:27, Tim D7itoe berhasil mencetak gol untuk yang ketiga kalinya dalam pertandingan itu. Goal ketiga berlangsung dengan sangat cepat dan tidak diduga-duga sehingga membuat beberapa penonton pertandingan tersebut kaget dan mengakui kehebatan Tim D7itoe.
Meski telah tertinggal tiga angka, Tim AkSOS tetap tidak mau menyerah. Beberapa tendangan di arahkan ke gawang Tim D7itoe, sampai pada akhirnya peluit ditiup menandakan pertandingan selesai. Artinya, Tim AkSOS harus menerima kekalahan mereka dalam pertandingan kali itu. Pertandingan berakhir pukul 15.38 WIB dengan diiringi oleh sorakan pendukung Tim D7itoe dari sisi kanan lapangan. Skor akhir 3-0 untuk kemenangan Tim D7itoe dengan Abdi, Stezar, dan Oka sebagai pencetak goal. (ars)

Untuk tahu update terbaru dari SPL, follow akun @smalaPL

Smala's 54th Anniversary

Hari ini adalah hari yang sangat berbahagia bagi seluruh insan Smala. Jumat (21/10) ini diadakan perayaan ulang tahun SMA Negeri 5 Surabaya yang ke 54. Menurut beberapa pihak, perayaan ini disinyalir sebagai kegiatan pengganti Cheerliar. Sedianya pertandingan Cheerliar antar gen akan diadakan besok Sabtu (22/10), tapi kemudian dibatalkan atas keputusan Kepala SMAN 5 Surabaya Drs. Suhariono MM. Benar atau tidaknya, yang pasti para Smalane menyambut acara ini dengan antusiasme tinggi.

Sejak pagi tadi, semua warga Smala sudah sibuk bersiap-siap. Para siswa menyiapkan kostum, aksesoris, dan maskot gen masing-masing. Sebelum perayaan dimulai, sempat diadakan Senam Ceria walaupun tidak terlalu lama. Gen 6 (Classix) selaku instruktur minggu ini mulai memimpin gerakan senam dan diikuti para Smalane dengan semangat, terutama yang berada di barisan depan.

Setelah Senam Ceria selesai, siswa-siswi Smala kembali bersiap-siap kemudian berkumpul di lapangan utara. Di pagi yang cerah itu, perayaan dimulai dengan karnaval dengan rute Smala-Ambengan-Ngemplak-Paneleh-Simpang Dukuh-Balai Pemuda-Smala yang juga didampingi bapak-ibu guru. Nampak sekali kemeriahan insan Smala yang turun ke jalan dengan mengarak maskot gen masing-masing. Ada yang mengenakan kaos gen namun ada juga yang mengenakan kostum sesuai tema gen masing-masing. Gen 4 (4team), Gen 5 (Limo), Gen 6 (Classix), dan Gen 7 (D7itoe) mengenakan kaos gen dengan desain yang menarik. Sedangkan Gen 9 (Lasso) mengenakan kostum dengan tema vintage. Tak lupa juga, mereka mengenakan aksesoris dan tambahan-tambahan lain sebagai identitas gen. Gen 3 (B3ST) mengenakan bando berhiaskan bebek, Gen 6 (Classix) mengenakan headband, dan Gen 5 (Limo) tampak ceria dengan mengenakan topi pesta. Tampak juga Gen 2 (Angels) merias dan mencorat-coret wajah mereka dengan berbagai warna.

Walaupun jalur yang ditempuh lumayan jauh, para Smalane masih tampak sangat ceria dan antusias. Selama karnaval mereka menyanyi, memainkan perkusi, menari-nari, dan bersuka ria. Sesekali, terdengan lagu Smalane berkumandang. Tak lupa, maskot masing-masing gen turut meramaikan suasana. Maskot Gen 1 (Genj1) berjalan di depan bak raja dan ratu. Namun yang lebih mencolok adalah maskot Gen 5 (Limo) yaitu bermacam-macam badut yang diarak dengan sebuah mobil pick-up.

Seusai karnaval dan kembali ke sekolah, para Smalane segera kembali ke kelas masing-masing untuk istirahat singkat. Kemudian diumumkan bahwa tiap gen harus mengumpulkan foto gen dan batas waktu untuk berfoto seluruh anggota gen hanya sampai pukul 10.00 WIB. Kontan, semua gen sibuk berfoto-foto selama waktu istirahat tersebut. Kemudian pada pukul 10.00 WIB, semua siswa Smala bergegas menuju ke lapangan tengah untuk menyaksikan jalannya acara selanjutnya yaitu lomba menghias tumpeng. Lomba ini diikuti oleh tiap gen yang masing-masing diwakili oleh satu tim, terdiri dari dua siswa dan dua siswi. Para tim yang akan bertanding segera mengambil posisi di tengah lapangan, sedangkan para supporter menempati koridor.

Atmosfer euforia sangat terasa di Smala hari ini. Begitu lomba dimulai, tim masing-masing gen dengan cekatan segera menghias tumpeng masing-masing. Para supporter mendukung tim gennya dengan penuh semangat. Pendukung B3ST, Angels, 4team, D7itoe, Axi Lima, Arspan, Limo, dan gen-gen lainnya bahkan sampai tumpah ruah memadati lapangan.

Antusiasme para Smalane tak kunjung surut. Berbagai macam hal dilakukan supporter tiap-tiap gen seperti menyanyikan yel-yel, meneriakkan kata-kata semangat, melepas balon, mengibarkan bendera serta spanduk, meniup terompet, menampilkan badut, mengenakan aksesoris eksentrik, dan semacamnya. Mereka bahkan rela berjingkat-jingkat di bawah teriknya matahari siang itu. Dan tak lama kemudian, beberapa supporter mulai membuat piramid dan berbagai macam atraksi untuk mendukung timnya.

Selama jalannya pertandingan, pendukung Gen 5 (Limo) adalah yang paling meriah. Selama jalannya perlombaan, mereka tak henti-hentinya meramaikan suasana dengan mengibarkan bendera putih, meniup terompet, menabuh gendang dan perkusi, dan melakukan atraksi. Bahkan, beberapa pendukung Gen 5 memanjat ke atas ring basket agar dapat menonton jalannya pertandingan dengan lebih leluasa. Hal yang sama pun turut dilakukan beberapa pendukung Gen 2 agar dapat melihat timnya bertanding. Namun tak mau kalah heboh, pendukung Gen 3 (B3ST) bahkan sempat melakukan beberapa atraksi diantaranya piramid tiga tingkat, piramid berputar, dan menampilkan maskot badut Donal Bebek yang melakukan aksi shufflin-dance. Pendukung Gen 4 (4team) juga menampilkan badut Donal Bebek dan Winnie the Pooh, sedangkan Gen 1 (Genj1) yang tampak cerah dengan aksesoris warna-warninya membuat lingkaran dan berjalan mengelilingi lapangan sambil menyanyikan berbagai yel-yel. Dengan dukungan sebesar ini, pasti para tim yang berlomba makin bersemangat dan berusaha semaksimal mungkin untuk meraih gelar juara demi gennya.

Hampir semua gen menampilkan berbagai atraksi dan piramid. Sepertinya, dengan tampil seperti ini sedikit mengobati kekecewaan hati para Smalane atas dibekukannya Cheerliar beberapa waktu yang lalu. Walaupun mereka tidak jadi bertanding antar gen, setidaknya mereka bisa menampilkan hasil kerja keras latihan mereka selama ini.

Dan akhirnya, lomba menghias tumpeng selesai. Kemudian, diadakan doa bersama untuk mendoakan sekolah kita tercinta yang sedang berulang tahun. Acara dilanjutkan dengan acara makan bersama tiap-tiap gen di koridor. Seusai rangkaian acara perayaan hari ulang tahun SMAN 5 Surabaya hari ini, murid-murid diperbolehkan pulang. Namun, para siswa muslim langsung melaksanakan ibadah Sholat Jumat di masjid sekolah. Pemenang lomba menghias tumpeng akan diumumkan menyusul. Selain itu, juga akan dipilih supporter terbaik. Yang jelas, hari ini Smala diisi dengan penuh keceriaan dan sukacita. (dia)


Photo Gallery: Smala's 54th Anniversary

Persiapan Karnaval : B3ST menggunakan bando bebek

Meriah: Balon warna-warni memeriahkan suasana


Lasso : Mengusung Tema Kerajaan & Vintage

B3ST: Maskot Donal Bebek

Karnaval: Melewati Jalan Ketabangkali


Reza Akbar, XI IA 2 berlagak seperti badut

54: Sebuah miniatur kue dari Genj1 untuk Smala

Para guru mendampingi murid-muridnya yang mengikuti karnaval

Walaupun terik, tak jadi halangan untuk berkarnaval


Maskot Genj1: Pangeran dan Putri Raja

Badut: Lima badut menginisialkan LIMO

Pusat perhatian tertuju pada peserta lomba menghias tumpeng

Persiapan Lomba Menghias Tumpeng

Tim Penghias Tumpeng dari B3ST

LIMO: Tim Penghias Tumpeng

Hijau: Tim Penghias Tumpeng dari Angels

Supporter LIMO memeriahkan suasana

Ungu: Tim Penghias Tumpeng dari AxiLima

Suppporter masing-masing gen mendukung gen mereka

KUNING: Supporter D7itoe
Lapangan Tengah dipenuhi warna-warni kaos gen

4team menunjukkan kehebohan 

Aksi pendukung AxiLima

Tak mau kalah dengan siswa laki-laki, Aathirah Valmay dari kelas X-7 ikut menunjukkan kebolehan

Supporter LIMO mendukung timnya habis-habisan













Suasana makan bersama di koridor kelas


foto : nab

Lomba Kreasi Jilbab Latuska bagi Para Akhwat Smalane

Tepat di hari Rabu (20/10), Latuska, sebutan bagi pelatihan kepengurusan SSKI V, dari divisi Syiar mengadakan lomba mengkreasikan jilbab, yaitu mengenakan jilbab dengan cara yang unik dan kreatif tapi tetap sesuai dengan syariat Islam. Lomba ini diadakan di pendopo besar SMA Negeri 5 Surabaya pada pukul 15.30 WIB seusai pulang sekolah. Selain bertujuan untuk berdakwah, lomba ini juga diharapkan dapat menarik minat para Smalane yang akhwat untuk mengenakan jilbab.
Yang mengikuti lomba ini adalah para siswi kelas X dan tiap kelas harus ada tim yang mewakili. Tiap timnya terdiri dari dua orang sebagai stylist dan satu orang sebagai modelnya. Sayangnya, hanya ada tiga tim yang hadir dan mengikuti lomba ini yaitu dari kelas X-3, X-6, dan X-9. Sementara perwakilan dari kelas-kelas lain tidak bisa hadir saat itu.
Pukul 15.00 WIB, panitia lomba sudah mulai bersiap-siap. Tak lama kemudian Tim X-3 datang ke lokasi lomba, disusul Tim X-9. Sementara, Tim X-6 yang awalnya tidak mengetahui bahwa Latuska mengadakan lomba pun akhirnya perwakilan mereka menyempatkan hadir dalam lomba walaupun terlambat. Tim X-3 diwakili oleh Calista Segalita dan Dinda Claudia sebagai stylist serta Intishar Indrapuspa sebagai model. Tim X-6 diwakili oleh Claudia Lisani dan Elvia Faustina sebagai stylist serta Ananta Ayu Wulansari sebagai model. Sedangkan Tim X-9 diwakili oleh Aprinita Dwisna dan Mashithoh Wahyu sebagai stylist serta Latifa Dinar sebagai model.
Lomba pun dimulai pukul 15.30 WIB. Ketiga tim diberi waktu 20 menit untuk menyelesaikan kreasi jilbab mereka. Para peserta tampak sibuk memakaikan jilbab dengan kreatif kepada modelnya. Tak lupa, para supporter dari ketiga tim menyemangati tim mereka yang sedang berlomba. Supporter dari kelas X-3 dan kelas X-6 dengan semangat menyanyikan yel-yel gen masing-masing. Sementara, supporter dari kelas X-9 tampak sepi.
Tim X-3 menyelesaikan kreasi mereka lebih cepat, kemudian disusul Tim X-9 dan yang terakhir Tim X-6. Setelah waktu habis dan ketiga tim telah menyelesaikan tugasnya, mereka lalu mempresentasikan hasil kreasi mereka secara bergantian. Kelas X-3 menampilkan kreasi jilbab berwarna abu-abu yang simple namun elegan, sangat menarik dan cocok untuk berbagai acara santai. Lalu, kelas X-6 menampilkan kreasi jilbab warna ungu berhiaskan bunga merah muda dengan tema unik dan eksentrik yang tampak indah dan bisa digunakan untuk acara-acara formal. Sedangkan kelas X-9 menampilkan kreasi jilbab 3 lapis warna merah muda yang bisa digunakan ke acara-acara formal karena modelnya yang mewah dan walaupun terkesan ribet tapi sebenarnya mudah.
Selang beberapa saat, tibalah saatnya bagi juri, Asma Arinal dari kelas XI IA 1, untuk menentukan Juara 1, Juara 2, Juara 3, dan supporter terbaik lomba mengkreasikan jilbab ini. Pemenang dinilai berdasarkan kerapian, keindahan, kesesuaian dengan syariat Islam, dan presentasi mereka. Keputusan juri ini tidak dapat diganggu gugat. Beberapa menit kemudian hasilnya keluar dan ternyata Juara 1 diraih oleh kelas X-6, Juara 2 oleh kelas X-9, dan Juara 3 oleh kelas X-3. Walaupun tim dari kelas X-6 sempat dating terlambat, terburu-buru, dan terlihat bingung, tapi berkat usahanya yang sangat baik mereka bisa menjadi pemenang.  Sedangkan supporter terbaik diraih oleh kelas X-3 karena dukungannya yang sangat besar bahkan sangat heboh terhadap tim kelasnya. Dengan demikian, kelas X-3 meraih 2 gelar juara.
Dari lomba ini, dapat dipetik pelajaran bahwa kita sebagai perempuan Muslimah boleh-boleh saja mengenakan jilbab dengan cara yang modis dan kreatif karena hal itu bisa membuat kita tidak mudah bosan. Akan tetapi, kita juga tidak boleh melupakan ketentuan memakai jilbab yang baik dan benar sesuai syariat Islam. (nla/dia)



     Kesibukan para stylist mendandani modelnya


dari atas ke bawah: Tim X-3, Tim X-6, dan Tim X-9

                      


Supporter Tim X-6 menyempatkan diri untuk datang dan mendukung wakil kelasnya

Sabtu, 15 Oktober 2011

SPL Week 2

Lanjutan dari Smala Premiere League (SPL) dilangsungkan kemarin, Kamis (13/10). Kali ini yang berlaga adalah Gen 1 (Genj1), Gen 5 (Limo), Gen 4 (4team), dan Gen 9 (Lasso) yang terbagi dalam dua pertandingan. Yang pertama bertanding adalah Genj1 dan Limo. Pertandingan seru tersaji dalam waktu 40 menit dimana masing-masing tim berusaha mencetak gol demi meraih kemenangan.
Memasuki awal babak pertama, Cahyo dari XI IA 1 terlebih dahulu berhasil menjebol gawang Limo sehingga perolehan skor 1-0 untuk Tim Genji. Banyak sekali peluang tercipta, tapi tidak disertai dengan finishing yang bagus.  Itulah yang membuat pertandingan semakin seru. Tim Limo pun tak mau kalah. Mereka terus melancarkan serangan ke gawang Tim Genji hingga akhirnya perjuangan mereka  membuahkan hasil. Pada pertengahan babak pertama, Rio dari Tim Limo berhasil membalas kekalahan dengan memasukkan bola ke gawang Tim Genji. Sontak saja, pendukung Limo langsung berteriak girang dan mereka pun semakin semangat mendukung gennya. Skor 1-1 bertahan hingga babak pertama berakhir. Pada babak kedua, pertandingan semakin sengit karena masing-masing tim memiliki strategi baru dan sangat ingin memenangkan pertandingan. Terlalu banyak menyerang, Genji melupakan barisan pertahanan belakang mereka. Sampai akhirnya Zulfi, kiper dari Tim Genji melakukan blunder dengan memasukkan bola ke gawangnya sendiri. Tentu saja itu merupakan kesalahan fatal yang menjadi keberuntungan untuk Gen Limo. Setelah aksi blunder tersebut, tensi permainan dari Tim Genji sedikit berkurang. Shooting mereka  pun tak ada yang mengena. Hingga akhir babak kedua, skor tetap 2-1 untuk kemenangan Limo. Sistem yang digunakan dalam SPL ini adalah sitem poin, sehingga sampai minggu ini poin yang berhasil didapatkan Genji masih 3 poin karena mereka kalah dalam satu dari dua pertandingan dan menang satu kali. Sementara untuk Limo, mereka telah berhasil mengumpulkan 6 pion. Yang menjadi Man of the Match dalam pertandingan tersebut adalah Hizha XII IA 5 karena lucky throw and fine safe-nya.
Selanjutnya Gen 4 (4team) dan Gen 9 (Lasso) yang bertanding. Pertandingan itu tidak kalah seru  dan sangat sengit. Masing-masing tim memiliki skill yang seimbang hingga akhirnya skor yang tercetak seri, yaitu 2-2. Pencetak golnya adalah Hariadi dan Indrawan dari Tim 4team, serta Marcus dari Tim Lasso. Karena dribbling play-nya yang sangat bagus, Marcus pun terpilih sebagai Man of the Match pada laga tersebut.(dnf)

Selasa, 11 Oktober 2011

Konser PS Gita Smala: Die Jahrezeiten 2011



Sabtu, 8 Oktober 2011, adalah hari yang paling ditunggu-tunggu bagi Smalane dan lapisan masyarakat lainnya. Untuk pertama kalinya sebuah konser oratorio diadakan oleh paduan suara SMA dan berkolaborasi dengan orkestra. Siapa lagi yang mengadakan konser ini jika bukan Paduan Suara Gita Smala atau yang dikenal sebagai Gita Smala Youth Choir? Konser ini berjudul Die Jahreszeiten, yang diambil dari judul oratorio seorang musikus berkebangsaan Jerman Franz Joseph Haydn. Dilaksanakan di Auditorium SMAK Petra 1 Surabaya, konser ini menampilkan Lista Orchestra; Coro Simplice; solis dari Batavia Madrigal Singers yaitu Christine Tobing, Adri Wibowo dan Hari Santosa; serta Gita Smala Youth Choir tentu saja.
Konser ini dihadiri oleh sekitar 1000 orang yang terdiri atas Smalane, alumni SMA Negeri 5 Surabaya, siswa-siswi SMP dan SMA se-Surabaya, serta para undangan VVIP dan perwakilan dari pihak sponsor. Panitia sudah berada di lokasi sejak pukul 15.00 WIB dari jadwal mulai konser pada pukul 19.00 WIB. Para panitia melakukan serangkaian persiapan mulai dari tiket, dekorasi, hingga wardrobe. Open gate dimulai pukul 18.00 WIB dan para pengunjung mulai menyerbu bagian penukaran dan pembelian tiket. Pelayanan tiket tak kunjung berhenti hingga pukul 19.00 WIB, saat pihak panitia terkait sudah melakukan close gate. Hingga pukul 19.30 WIB pun masih ada yang baru memesan tiket, walaupun sudah hampir semuanya terjual.
Konser ini berjalan selama tiga jam dan dibagi menjadi dua sesi. Dua sesi tersebut terdiri atas empat tema lagu yang menggambarkan empat musim di wilayah non-tropis, sesuai dengan judulnya, Die Jahreszeiten (Bahasa Inggris: The Seasons). Satu sesi memakan waktu sekitar 1,5 jam. Antusiasme para hadirin pada ruangan cukup meriah pada awal berjalannya konser, namun tidak menimbulkan keributan yang berarti. Di tengah-tengah konser, beberapa dari hadirin keluar dari auditorium, dan ada beberapa yang tertidur atau mengobrol satu sama lain. Namun sebagian besar hadirin, terutama VVIP, menikmati alunan orkestra, suara merdu solis, serta penampilan Gita Smala Youth Choir. Setiap lagu yang ditampilkan tidak luput dari tepuk tangan hadirin yang meriah.
Pukul 22.00 WIB konser berakhir dan disambut oleh standing applause dari para hadirin. Kepala SMAN 5 Surabaya, Drs. Suhariono MM, memberi karangan bunga untuk orang-orang yang disebutkan namanya seusai lagu dinyanyikan. Seusai konser, beberapa hadirin, panitia, anggota Gita Smala Youth Choir, orkestra, dan solis mengabadikan momen mereka dengan berfoto terlebih dahulu di belakang panggung. Ucapan selamat dan pujian pun tak henti-hentinya diucapkan dari para wali murid dan Smalane kepada anggota Gita Smala Youth Choir ketika mereka keluar dari auditorium. Akhirnya, konser berjalan sukses dan mendapat apresiasi dari berbagai lapisan masyarakat.(ram)

Senin, 10 Oktober 2011

Smala Premiere League (SPL) is ON!


Minggu ini mulai diadakan event seru bagi para Smalane. Ajang SPL (Smala Premiere League) telah dimulai di SMA Negeri 5 Surabaya. Pertandingan futsal ini diadakan dengan tujuan untuk meningkatkan hubungan kekeluargaan generasi (gen) selain dengan cheerliar. Rencananya, pertandingan akan diadakan dua kali setiap minggunya. Ketentuan susunan tim di ajang futsal internal Smala ini terdiri dari 2 murid kelas 10, 2 murid kelas 11, dan 2 murid kelas 12. Tiap gen memberi patungan sebesar Rp 5.000,00 untuk biaya hadiah lomba tersebut.
Seri pertama dari pertandingan seru antar gen ini dimulai pada hari Kamis (6/10) lalu setelah pulang sekolah antara Gen 3 (B3ST) dan Gen 9 (Lasso) dan dimenangkan oleh B3ST dengan skor 4-0.
Seri kedua diadakan pada hari Jumat (7/10) setelah Senam Ceria yang rutin diadakan pada jam pelajaran pertama dan kedua. Kali ini, pertandingan diadakan antara Gen 2 (Angels) dan Gen 6 (Classix). Pertandingan ini disambut euforia para Smalane yang antusias mengikuti jalannya pertandingan dan mendukung tim andalannya. Supporter Gen 6 dan Gen 2 terlihat sangat ramai dan bergembira sehingga pastinya membuat tim futsal mereka menjadi lebih bersemangat.
Petandingan berlangsung dengan sangat seru. Pada akhirnya, Gen 6 berhasil mencetak gol pertama pada menit 02:30. Selang beberapa menit kemudian, Gen 6 mencetak gol kedua pada menit 06:11. Pendukung Gen 6 langsung bergembira, tapi Gen 2 masih optimis dapat mengejar angka. Pertandingan kembali berlanjut dengan penuh stamina. Gen 6 masih unggul dengan kembali mencetak gol di menit 11:30. Namun tak mau kalah, akhirnya tim Gen 2 berhasil menunjukkan kebolehannya dengan mencetak gol pertama mereka di menit 08:20. Walaupun tim Gen 2 sudah sekuat tenaga berusaha mengejar ketinggalan mereka, tim Gen 6 lah yang akhirnya memenangkan pertandingan dengan skor akhir 4:1 atas Gen 2.
Setelah babak pertama antara Gen 2 dan Gen 6 usai, pertandingan dilanjutkan dengan babak kedua antara tim Gen 1 (Genj1) dan tim Gen 5 (Limo). Namun, pertandingan kedua tidak berjalan terlalu lama walaupun para pemain sangat bersemangat dan penonton masih antusias. Kedua tim hanya sempat mencetak masing-masing 1 gol sama sebelum akhirnya pertandingan diberhentikan. Gen 1 dan Gen 5 tidak bisa menyelesaikan pertandingan karena terbatasnya waktu. Beberapa penonton bergumam kecewa, tapi pada akhirnya pertandingan tetap diberhentikan dan jam pelajaran kembali dilanjutkan seperti biasa setelah istirahat singkat.
Rencananya, babak ketiga dan seterusnya akan dilanjutkan tiap minggunya bagi gen-gen yang belum bertanding. Gen 1 (Genj1) dan Gen 5 (Limo) akan melanjutkan pertandingan mereka. Sedangkan gen-gen lain seperti Gen 4 (4team), Gen 7 (D7itoe), dan gen-gen yang belum bertanding akan menyusul untuk unjuk gigi akan kebolehan futsalnya.(dia)








 foto : NS